Di sisi lain, biaya bahan baku disebut masih berada di bawah 40 persen dari pendapatan. Stabilnya harga bahan bakar di kisaran Rp13.000-Rp17.000 per liter juga membantu menjaga struktur biaya perusahaan.
Prospek margin TINS turut diperkuat oleh perubahan kebijakan royalti. Implementasi rencana kenaikan tarif royalti dari 10 persen menjadi 20 persen dinilai menghapus potensi beban sekitar Rp1,5 triliun terhadap laba.
Hal ini mendukung ekspektasi BCA Sekuritas bahwa margin bersih TINS dapat bertahan di atas 20 persen.
Laba TINS Diproyeksi Melonjak
Dengan kondisi harga dan margin yang lebih kuat, BCA Sekuritas menaikkan proyeksi kinerja TINS.
Pendapatan 2026 diproyeksikan mencapai Rp21,9 triliun, naik 5,5 persen dari proyeksi sebelumnya dan tumbuh 89,8 persen secara tahunan.