Analis BRI Danareksa menilai prospek TINS ditopang oleh pemulihan operasional yang kuat dan harga jual timah yang tetap tinggi.
Kombinasi tersebut dinilai mampu menghasilkan kinerja laba yang berpotensi melampaui ekspektasi, meski asumsi volume produksi dibuat lebih konservatif.
Harga Timah Masih Jadi Penopang
BCA Sekuritas menilai harga timah berpotensi tetap tinggi hingga 2026 seiring persediaan global yang terus mengetat.
Persediaan timah di London Metal Exchange (LME) Asia telah turun menjadi sekitar 5,6 ribu ton dari puncaknya 8,3 ribu ton. Secara global, persediaan juga turun menjadi sekitar 6 ribu ton dari sebelumnya 9 ribu ton.
Kondisi tersebut mencerminkan penarikan persediaan yang berkelanjutan di tengah konsumsi yang lebih kuat. BCA Sekuritas memperkirakan pasokan timah global hanya tumbuh sekitar 3 persen pada 2026, sementara permintaan diproyeksikan meningkat sekitar 3,5 persen.