AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Astra (ASII) Kembali Borong Hermina (HEAL) Sebanyak 23,69 Juta Saham

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Senin, 15 Agustus 2022 15:57 WIB
Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Astra secara total menguasai 834.535.900 atau setara dengan 5,59% saham Hermina.
Astra (ASII) Kembali Borong Hermina (HEAL) Sebanyak 23,69 Juta Saham. (Foto: MNC Media)
Astra (ASII) Kembali Borong Hermina (HEAL) Sebanyak 23,69 Juta Saham. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Emiten grup Astra PT Astra International Tbk (ASII) kembali menambah kepemilikan di emiten pengelola rumah sakit (RS) jaringan Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sebanyak 23,69 juta saham.

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang diterbitkan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Astra secara total menguasai 834.535.900 atau setara dengan 5,59% saham HEAL per Kamis pekan lalu (11/8/2022).

Jumlah tersebut bertambah 23.697.200 saham dari kepemilikan pada Rabu (10/8), yakni sebanyak 810.838.700 atau 5,43% saham.

Dalam data KSEI tersebut tidak dijelaskan soal detail harga pembelian saham. Apabila menggunakan harga penutupan saham HEAL pada 11 Agustus 2022 di angka Rp1.340/saham, dana yang dirogoh Astra dalam transaksi tersebut sekitar Rp31,75 miliar.

Sebagai informasi, Astra masuk pertama kali ke HEAL melalui aksi korporasi private placement  pada awal April lalu dengan membeli 30 juta saham dengan total nilai Rp45 miliar.

Cari Untung dari Bisnis Kesehatan sampai Energi Terbarukan

Sebelumnya, pihak Astra menjelaskan, perusahaan membidik peluang bisnis di lima sektor mulai dari sektor kesehatan hingga energi terbarukan.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan, investasi yang dilakukan Astra cukup panjang tidak hanya untuk satu tahun. Astra International mengambil 3-5 tahun yang sangat tergantung pada situasi di lapangan.

"Secara prinsip, Astra selalu terbuka kepada setiap peluang yang sesuai dengan hasil analisa kita. Ada beberapa prinsip yang kita pegang di Astra yang tentunya pertama adalah sesuai dengan values daripada Astra,” kata Djony melalui konferensi pers RUPST Astra 2022.

Kemudian kedua, Astra International bisa berkontribusi terhadap bisnis baru tersebut. Ketiga adalah bagaimana dengan kultur yang ada di perusahaan yang Astra ingin investasi atau ingin partisipasi.

Adapun, secara sektor dan sub sektor yang menjadi perhatian bagi Astra yaitu, pertama adalah di sektor digital dan teknologi. Kemudian kedua adalah sektor jasa keuangan, karena jasa keuangan masih menyimpan satu potensi.

"Mengingat literasi keuangan yang belum mencapai tingkat seperti di negara-negara lain jika kita melihat bahwa ini masih memiliki peluang yang besar,” ujar dia.

Ketiga adalah sektor kesehatan, dengan pendapatan masyarakat dengan tingkat kehidupan masyarakat yang membaik dengan GDP per kapita Indonesia yang naik, Astra yakin sektor kesehatan menjadi sektor yang fundamental bagi Indonesia ke depan.

"Yang keempat adalah tentunya yang berkaitan dengan mobility termasuk di dalamnya adalah logistik. Bisa dilihat bahwa di tahun ini kita juga sedang membentuk joint venture dengan salah satu perusahaan yang cukup kompeten bidang logistik warehouse,” ungkap Djony. (ADF)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD