"Dengan rincian Rp390 setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp15.668.846.832.200 dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp98 per saham atau sebesar Rp3.967.388.207.720 yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025," katanya dalam public expose di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dia menyampaikan, total dividen tunai yang dibagikan dapat berubah, tergantung pada jumlah saham yang berhak menerima dividen pada tanggal pencatatan, terutama seiring dengan program pembelian kembali saham (buyback) yang masih berlangsung.
Selain pembagian dividen, perseroan menetapkan sedikitnya Rp17,09 triliun dari laba bersih sebagai laba ditahan. Jumlah finalnya tetap akan menyesuaikan dengan realisasi total dividen yang dibayarkan.
Di samping itu, Direksi Astra telah diberi kewenangan untuk melaksanakan seluruh proses pembagian dividen tersebut dengan tetap mengacu pada ketentuan perpajakan, regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI), serta aturan pasar modal yang berlaku.
(Dhera Arizona)