AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Awas IHSG Berpotensi Bearish di November

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 02 November 2021 15:22 WIB
Tapering off yang akan dilakukan the Federal Reserve (the Fed) dipandang akan memberikan sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG).
Awas IHSG Berpotensi Bearish di November. (Foto: MNC Media)
Awas IHSG Berpotensi Bearish di November. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Isu pengurangan kebijakan moneter atau tapering off yang akan dilakukan the Federal Reserve (the Fed) dipandang akan memberikan sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG). Apalagi, investor asing melakukan aksi beli bersih atau foreign net buy di pasar modal.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, menuturkan, memasuki bulan November, bursa saham Indonesia akan mengalami bearish yang kemudian akan normal terlepas dari beberapa sentimen yang ada.

"Bulan November juga umumnya IHSG bearish, sejauh ini siklus berjalan normal dan terlepas dari sentimen tapering," ujar William kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Jika memang tapering off yang pernah dilakukan The Fed tahun 2013 lalu terbukti memicu taper tantrum yaitu sebuah keadaan gejolak pasar keuangan ketika The Fed mengetatkan kebijakan moneternya, untuk pasar modal Indonesia sendiri diperkirakan tidak signifikan.

"Kalaupun nanti jadi tapering efeknya diperkirakan tidak signifikan, tapering ini sudah diumumkan cukup lama sehingga negara-negara lain dan pelaku pasar sudah lebih mempersiapkan diri," katanya.

Menurut William, selama tapering off ini masih sebatas rencana atau pengumuman saja, tidak ada efek yang signifikan untuk pasar modal. Apalagi, pergerakan IHSG masih terpantau positif kedepannya.

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo cukup optimis dampak tapering off The Fed tidak akan sebesar taper tantrum pada tahun 2013 baik untuk pasar global, emerging market, bahkan Indonesia.

Hal tersebut berdasarkan pada beberapa poin termasuk komunikasi The Fed yang sangat terbuka terkait kerangka kerja dan kebijakan sehingga Indonesia lebih mudah memahami pola kerja The Fed ke depannya.

Dari sisi internal BI sendiri, telah ada kebijakan yang matang dalam mengelola risiko tapering off baik kepada nilai tukar rupiah maupun pergerakan arus modal asing, selain itu BI juga memiliki bantalan cukup besar berupa cadangan devisa yang hingga akhir Juli 2021 berada di posisi USD137,4 miliar sehingga dianggap cukup untuk melakukan stabilisasi di tengah risiko tapering off. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD