“Dengan struktur penilaian risiko yang kuat dan dukungan terhadap praktik pembiayaan berkelanjutan, bank berharap kolaborasi seperti ini dapat mempercepat realisasi ekonomi hijau di Indonesia dan mendorong industri bergerak menuju masa depan berkelanjutan dan rendah karbon,” kata manajemen perseroan, Jumat (23/1/2026).
NISP memiliki Kerangka Kerja Pembiayaan yang Bertanggung Jawab yang mengatur prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan yang selaras dengan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
Perseroan secara berkelanjutan terus melakukan eksplorasi atas potensi pembiayaan bagi sektor usaha yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.
Pembiayaan dapat dimanfaatkan sektor bisnis menengah untuk dapat memulai menerapkan perusahaan lebih ramah lingkungan, di mana skema project financing dinilai sesuai dengan karakteristik bisnis energi surya berbasis aset jangka panjang.
Per 30 September 2025, NISP telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan (sustainability financing) sebesar Rp34,69 Triliun, di mana 44 persen di antaranya merupakan penyaluran dalam bentuk green financing.