Emiten energi baru terbarukan milik taipan Prajogo Pangestu itu juga berhasil mempertahankan struktur keuangan yang solid. Total aset mencapai USD3,94 miliar dengan rasio utang atas ekuitas sebesar 2,23 kali.
Secara operasional, BREN juga terus memperkuat portofolio panas bumi serta keunggulan operasionalnya. Proyek retrofit Wayang Windu berhasil diselesaikan pada kuartal pertama 2026, sehingga meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi BREN menjadi 926 MW, sekaligus meningkatkan kinerja dan efisiensi pembangkit secara keseluruhan.
Ke depan, perseroan akan terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utama, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3, yang diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas panas bumi BREN menjadi lebih dari 1.000 MW pada akhir tahun 2026.
(Rahmat Fiansyah)