Bayar Kompensasi Listrik Padam Serentak, PLN Potong Gaji Pegawai
Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 07 Agustus 2019 09:30 WIB
PT PLN memastikan akan memberikan kompensasi sehubungan padam listrik (blackout) yang terjadi akibat kegagalan sistem.
Bayar Kompensasi Listrik Padam Serentak, PLN Potong Gaji Pegawai. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT PLN memastikan akan memberikan kompensasi sehubungan padam listrik (blackout) yang terjadi akibat kegagalan sistem, pada Minggu (4/8) di hampir separuh Pulau Jawa. Berdasarkan aturan, kompensasi tidak akan diberikan dalam bentuk materi secara tunai.

“Ya kompensasi kan sudah diatur salah satunya ada Permen 2017, nah akan kita ikuti itu kita komitmen. Bisa dua sampai tiga hari gratis misalnya, tapi itu tergantung durasi padam dan golongan ya, tidak semua sama,” Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten di Gedung PLN Pusat, Jakarta (5/8).

Menurutnya, kompensasi kerugian tersebut ada hitungannya tersendiri. Semisal, wilayah mana yang terdampak, berapa jam lamanya dan golongan-golongan pelanggan, hal tersebut akan menentukan formulasi kompensasi.

Di sisi lain, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko R Abumanan mengungkapkan rencana pemotongan gaji yang akan berimbas kepada seluruh pegawai PLN yang total berjumlah empat puluh ribu orang. Alasan mengapa harus mengorbankan gaji pegawai adalah, pembayaran biaya kompensasi blackout idealnya berasal dari biaya operasional perusahaan.

Sedangkan, akibat peristiwa blackout perusahaan harus menghemat biaya operasi berlebih, karena jika tidak maka akan mengganggu program PLN lain yang sudah di rencanakan sejak awal tahun. Sehingga, salah satu opsi yang paling memungkinkan adalah mengefisiensikan gaji pegawai.

“Makanya harus hemat lagi gaji pegawai kurangi. Kalau yang ini dipinalti dari biaya operasi. Enak aja punya PNM dipakai bayar, kompensasi ditangkap” imbuhnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (6/8).

Djoko menjelaskan, pendapatan pegawai PLN terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah gaji pokok, dan yang kedua adalah bonus atau kesejahteraan. Mengenai besaran gaji yang akan dipotong ia mengaku belum bisa menyebutkan, sebab harus dihitung ulang berdasarkan Indeks Kesejahteraan Sosial (IKS).

“Di PLN itu ada merit order kalau kerjanya enggak bagus potong gaji. P2 perhitungkan. P1 gaji dasar, P2 ini kalau prestasi dikasih kalau enggak kalau gini nih kemungkinan kena semua pegawai. Enggak ngebul satu semester berikutnya,” ujarnya. (*)

Baca Juga