AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

BBCA Amblas di Pekan Kedua Pasca Stock Split, Banyak Diobral Asing

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Senin, 18 Oktober 2021 13:01 WIB
Usai melakukan stock split saham pada pekan lalu, kinerja saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kini mengalami koreksi cukup besar.
BBCA Amblas di Pekan Kedua Pasca Stock Split, Banyak Diobral Asing. (Foto: MNC Media)
BBCA Amblas di Pekan Kedua Pasca Stock Split, Banyak Diobral Asing. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Usai melakukan stock split saham pada pekan lalu, kinerja saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kini mengalami koreksi cukup besar. Emiten berkode BBCA ini mengalami penurunan sebesar 125 poin atau 1,63 persen.

Berdasarkan pantauan dari RTI Business, Senin (18/10/2021), meski sempat mencoba masuk ke zona hijau dengan kenaikan 25 poin, namun hal itu tidak berlangsung lama. Saham langsung amblas ke poisisi terendahnya 7.475 pada pagi tadi.

Meski mengalami volatilitas, namun hal itu tidak mampu membawa BBCA kembali ke zona hijau seperti yang terjadi saat pemecahan saham berlagsung. Saham kini berteger di kisaran 7.525 hingga penutupan sesi pertama.

Kondisi ini tidak lepas dari ulah investor asing yang mulai banyak melepas saham BBCA. Hal itu terlihat dari nilai Net Foreign Sell di semua jenis pasar senilai Rp162,49 miliar.

Dari statistik BEI, sebanyak 72,7 juta saham dilepaskan investor asing dengan nilai Rp548,4 miliar. Sebaliknya, investor domestik mencoba melakukan pembelian sebesar Rp293,5 miliar, namun hal itu tidak mampu mendongkrat nilai saham.

Secara keseluruhan, dari frekuensi sebanyak 23.668 penawaran, terdapat 58,41 juta saham yang diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp440,52 miliar, dengan nilai kapital pasar menjadi Rp927,64 triliun. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD