Saat ini masih terdapat 12 emisi dari 11 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline. Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut terdiri atas lima perusahaan sektor infrastructures, tiga perusahaan sektor energy, dua perusahaan sektor basic materials, dan satu perusahaan sektor consumer non-cyclicals.
Sementara itu, untuk aksi korporasi rights issue, hingga 10 Juli 2026 tercatat empat perusahaan telah melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan total nilai mencapai Rp3,89 triliun.
BEI juga mencatat masih terdapat satu perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue. Perusahaan tersebut berasal dari sektor properties & real estate.
(Shifa Nurhaliza Putri)