Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. Untuk Efek Beragun Aset (EBA), tercatat sebanyak 6 emisi dengan nilai Rp3,99 triliun.
Dari sisi perdagangan saham, kinerja BEI selama periode 5—9 Januari 2026 ditutup di zona positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian, yang melonjak 48,08 persen menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian BEI juga meningkat 44,68 persen menjadi Rp31,45 triliun, dibandingkan Rp21,74 triliun pada pekan lalu. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 42,74 persen menjadi 3,98 juta kali transaksi, dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menguat sebesar 2,16 persen dan ditutup pada level 8.936,754, naik dari posisi 8.748,132 pada pekan lalu. Pada Rabu (7/1), IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813. Selanjutnya, pada Kamis (8/11/2026), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.
Seiring penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 1,79 persen menjadi Rp16.301 triliun, dari Rp16.014 triliun pada sepekan sebelumnya. Adapun investor asing pada hari tersebut mencatatkan nilai beli bersih Rp2,56 triliun, dan sepanjang tahun 2026 membukukan nilai beli bersih sebesar Rp3,1 triliun.
(Shifa Nurhaliza Putri) Putri)