Menurutnya, segala bentuk masukan positif tersebut sebenarnya telah diselaraskan ke dalam program kerja jangka panjang untuk mewujudkan iklim investasi yang lebih matang. Dengan demikian, proses transformasi pasar tidak berjalan secara instan, melainkan melalui tahapan yang terencana dan terukur.
Komitmen keberlanjutan penyempurnaan sistem ini diyakini akan terus memperlihatkan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Perubahan positif tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat yang mampu memperkokoh integritas pasar modal tanah air di kancah global.
Ke depan, kata Jeffrey, langkah ini diproyeksikan akan memberikan garansi keamanan dan transparansi yang jauh lebih andal bagi aktivitas para pelaku pasar.
"Ya tentu diharapkan ke depan itu akan menumbuhkan keyakinan dari investor bahwa memang reformasi yang dilakukan terus berjalan dan akan membawa transparansi yang lebih baik, kemudian juga kredibilitas dan tata kelola yang lebih baik," kata Jeffrey.
Sebagai informasi, dalam Global Market Accessibility Review 2026, MSCI kembali menyoroti isu transparansi pasar Indonesia, terutama terkait keterbatasan keterbukaan struktur kepemilikan saham dan indikasi aktivitas perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu pembentukan harga.
MSCI juga menurunkan penilaian Indonesia pada aspek information flow dari “+” menjadi “-”.
(Dhera Arizona)