Selain laporan keuangan, INCF juga belum menyelenggarakan Rapat umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Di samping itu, Bursa juga terus memantau posisi ekuitas perseroan.
Senada, COAL juga belum menyampaikan laporan keuangan hingga 30 Juni 2026. Perusahaan tersebut terakhir kali melaporkan kinerja keuangan pada kuartal I-2026.
Sepanjang Januari-Maret 2026, COAL melaporkan tidak adanya pendapatan usaha. Padahal, pada periode yang sama tahun 2025, perseroan masih membukukan penjualan batu bara sebesar Rp126,5 miliar dengan pelanggan Hineni Resourcers Pte Ltd dan Sentosa Laju Energy.
(Rahmat Fiansyah)