Meski bisnis infrastruktur berkelanjutan menyumbang kurang dari separuh pendapatan konsolidasi pada FY2025, porsinya melonjak pada semester pertama 2026 menjadi 66,5 persen dari pendapatan konsolidasi, lebih dari dua kali lipat kontribusi batu bara yang sebesar 31,4 persen, membalikkan bauran yang setahun sebelumnya masih didominasi batu bara.
Sementara pengelolaan limbah menyumbang 61,2 persen pendapatan dan 92 persen EBITDA konsolidasi. Pendapatan dari ekosistem kendaraan listrik hampir tiga kali lipat secara tahunan. Laba kotor konsolidasi lebih dari dua kali lipat menjadi USD28,2 juta, dan arus kas operasi berbalik positif menjadi USD14,6 juta dari negatif USD31,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penetapan saham berbasis hijau masih merupakan praktik yang terus berkembang di tingkat global. Nasdaq memperkenalkan penetapan pertama dari jenis ini di pasar Nordik pada 2021.
Sementara WFE menerbitkan Green Equity Principles pada 2023 sebagai kerangka global pertama untuk menetapkan saham tercatat sebagai saham hijau, dan sejak itu diadopsi oleh sejumlah bursa, meliputi B3 di Brasil pada 2024, kemudian Bursa Efek Filipina, dan kini BEI.
"Saat ini kurang dari 20 perusahaan tercatat di dunia yang memiliki penetapan tersebut, terkonsentrasi pada sektor teknologi bersih, utilitas, dan properti, sehingga menempatkan TBS dalam kelompok kecil secara global," ujar Iding.
(taufan sukma)