Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, saham-saham konglomerat masih menjadi perhatian pelaku pasar pada tahun ini.
“Jika kita melihat saham-saham Prajogo Pangestu yang hampir semua saham sudah masuk indeks, yang menarik di tahun ini adalah saham Bakrie dan Happy Hapsoro,” ujar Michael, Rabu (7/1).
Menurut dia, daya tarik utama saham-saham milik para konglomerat tersebut terletak pada likuiditasnya yang tinggi.
Selain itu, ia menyebut saham-saham milik konglomerat lain juga patut dicermati investor. “Saham-saham dari konglomerat Sinarmas juga bisa dilirik,” katanya.
Sebelumnya, Michael menilai saham-saham konglomerat masih berpeluang melanjutkan reli pada 2026, seiring pergeseran besar dalam struktur industri pengelolaan dana global.