“Hal ini menjadi sorotan terhadap saham-saham konglomerat yang rata-rata memiliki requirement minimal market cap cukup besar untuk bisa masuk ke dalam konstituen indeks, terutama MSCI dan FTSE,” ujarnya.
Dengan latar tersebut, Michael berpandangan tren penguatan saham konglomerasi masih berlanjut pada 2026, meski dengan dinamika yang tidak sepenuhnya sama seperti sebelumnya.
Sementara, Founder WH Project William Hartanto menilai fenomena saham-saham konglomerat, yang ia juga sebut sebagai new blue chips, berpotensi mencapai fase puncak pada 2026.
“Fenomena new blue chips bisa mencapai puncaknya di 2026,” katanya, pada 24 Desember 2025.
Namun, ia mengingatkan bahwa fase tersebut justru bisa diwarnai dengan pergerakan yang cenderung melambat.