Menurut dia, pasar tengah memasuki fase ketika fund pasif kian dominan dibandingkan fund aktif, baik dari sisi jumlah maupun ukuran aset kelolaan. Kondisi ini, kata Michael, membawa implikasi langsung terhadap pola alokasi investasi di pasar saham.
“Kita menyambut era di mana passive fund jumlah dan size-nya lebih besar daripada active fund,” ujarnya, pada 24 Desember 2025.
Ia menjelaskan, mayoritas fund pasif mengandalkan metode berbasis indeks dalam berinvestasi. Akibatnya, perhatian investor global akan semakin tertuju pada saham-saham yang memiliki bobot besar di indeks utama.
“Seperti yang kita ketahui, kebanyakan passive fund menggunakan metode indeks dalam berinvestasi,” kata Michael.
Dalam konteks ini, saham-saham konglomerat dinilai berada di posisi yang menguntungkan. Pasalnya, emiten-emiten tersebut umumnya memenuhi persyaratan kapitalisasi pasar minimum untuk masuk ke dalam konstituen indeks global.