sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Berikut Rekomendasi Saham Long Term yang Bisa Jadi Investasi Anda

Market news editor Andini Aprysheila/SEO
28/07/2022 15:48 WIB
Pengertian saham long term sangatlah penting untuk investasi Anda. Sebab saham ini bisa digunakan dalam investasi jangka panjang. 
Berikut Rekomendasi Saham Long Term yang Bisa Jadi Investasi Anda. (FOTO : MNC Media)
Berikut Rekomendasi Saham Long Term yang Bisa Jadi Investasi Anda. (FOTO : MNC Media)

1. UNVR (PT. Unilever Indonesia Tbk)

UNVR cocok untuk dipegang dalam jangka waktu panjang karena merupakan saham sektor consumer goods terbesar di Indonesia dengan fundamental yang tidak tertandingi. Meskipun terdapat penurunan harga saham yang signifikan karena pandemi Covid-19, prospeknya masih bagus untuk puluhan tahun ke depan karena sudah memiliki 400 brand yang dikenal masyarakat luas.

Berikut Rekomendasi Saham Long Term yang Bisa Jadi Investasi Anda. (FOTO : MNC Media)

2. ADRO (PT. Adaro Energy Indonesia Tbk)

Saham long term yang baik selanjutnya adalah ADRO yang merupakan perusahaan pertambangan yang sahamnya direkomendasikan untuk jangka panjang karena masih merupakan emiten terdepan pada sektor mining. Prospeknya terhitung bagus karena memiliki partnership yang kuat dengan importir luar negeri.

Apalagi dengan akan tingginya permintaan nikel dari luar negeri, Adaro memiliki prospek yang bagus untuk meningkatkan pendapatannya dalam jangka panjang.

3. INDF (PT. Indofood Sukses Makmur Tbk )

Melihat ketidakstabilan harga saham Indofood sepanjang tahun 2021. Namun demikian, tampaknya banyak investor yang masih menaruh kepercayaan pada perusahaan milik Salim Group ini. Alasannya, merk Indofood merupakan salah satu brand paling kuat di tanah air, sehingga sulit untuk kehilangan pangsa pasar. Bahkan, perusahaan asli tanah air ini sudah terkenal di kancah internasional.

Performa INDF selama tahun ini diperkirakan meningkat. Sentimen positif yang ada adalah peningkatan penjualan mi instan serta bisnis agribisnis.

4. PTBA (PT Bukit Asam Tbk)

Menurut catatan keuangannya PT Bukit Asam Tbk mengalami kenaikan cemerlang untuk Januari-September 2021. Seiring dengan kenaikan pendapatan ini, harga saham PTBA berangsur-angsur naik setelah sebelumnya mengalami penurunan sepanjang Januari–September 2021. Saham PTBA adalah salah satu saham dengan prospek baik di tahun 2022 ini

5. ANTM (PT Aneka Tambang)

PT Aneka Tambang menorehkan pertumbuhan kinerja dalam sembilan bulan tahun 2021. Meningkatnya pendapatan pun menaikkan laba bersih ANTM. Korporasi berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun. 

Sama seperti PTBA, trend kenaikan harga saham Antam ini juga diperkirakan akan berlanjut di tahun 2022 karena kondisi pasar komoditas internasional.

6. AGII (PT. Aneka Gas Industri Tbk)

Melihat peningkatan penjualan dan laba AGII pada tahun 2021, berkat permintaan oksigen medis ke rumah sakit. Pihak manajemen AGII masih yakin kalau kinerja AGII masih akan tetap baik di tahun ini. 

Hal ini seiring dengan perbaikan ekonomi nasional sehingga permintaan gas pada sektor lainnya akan tetap kembali seperti sebelum adanya pandemi.

7. BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk)

Industri perbankan adalah salah satu industri yang diperkirakan akan turut membaik dengan kenaikan ekonomi nasional pasca pandemi. Secara garis besar, kinerja keuangan saham perbankan ini membaik selama Januari hingga September 2021. 

Dengan meningkatnya tren digital banking dan investasi, maka BBNI memiliki prospek jangka panjang yang bagus karena selain berstatus blue chip. Dengan ini  BBNI dapat dijadikan investasi yang aman untuk dimiliki dalam jangka panjang.

8. BBTN (PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk)

Bank lainnya yang diperkirakan akan membaik seiring dengan hilangnya pandemi dari Indonesia adalah bank BTN. Pada laporan keuangan triwulan ketiga bank ini disampaikan bahwa sepanjang bulan Januari hingga September 2021, Bank BTN berhasil mendapatkan laba sebesar 1,5 triliun atau sekitar 35% lebih tinggi dibanding tahun 2020 lalu.

9. ICBP (PT. Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk)

Yang terakhir ada ICBP bagian dari perusahaan FMCG yang bekerja cukup baik selama pandemi. Pada kuartal ketiga tahun 2020 lalu, perusahaan ini berhasil membukukan pendapatan hingga 4,5 triliun. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat yang membaik pasca pandemi Covid-19, diharapkan pendapatan perusahaan ini mengalami kenaikan pula.

Alasan saham ICBP direkomendasikan untuk jangka panjang adalah karena sama seperti induknya INDF merupakan brand yang sangat kuat di Indonesia dengan pangsa pasar yang dominan. Karenanya, dalam puluhan tahun ke depan sulit dibayangkan ada emiten lain yang bisa mengejar dominasi mereka.

Daftar Saham Dengan Kapitalisasi Pasar di Atas Rp100 Triliun

  1. GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk ) nilai kapitalisasi pasar Rp447,69 triliun.
  2. BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk) dengan nilai kapitalisasi Rp156 triliun.
  3. BBCA (PT. Bank Central Asia Tbk) dengan nilai kapitalisasi emiten ini mencapai Rp943 triliun. 
  4. BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk) nilai kapitalisasi mencapai Rp686 triliun. 
  5. TLKM (PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk) nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp455 triliun. 
  6. BMRI (PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk) kapitalisasi pasar sebesar Rp355 triliun.
  7. ASII (Astra International Tbk) nilai kapitalisasi senilai Rp277 triliun.
  8. TPIA (PT Chandra Asri Petrochemical Tbk) nilai kapitalisasi pasar TPIA meningkat dari Rp220 triliun pada awal April menjadi Rp239 triliun
  9. ARTO (PT Bank Jago Tbk ) nilai kapitalisasi mencapai Rp179 triliun.
  10. EMTK (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk) mencapai Rp166 triliun.

Itulah rekomendasi saham long term dengan emiten yang memiliki nilai kapitalisasi terbesar. Saham ini dapat dijadikan pilihan yang cocok untuk investasi jangka panjang Anda.

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement