Tak hanya dari segi pendapatan, sebagian besar emiten mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melesat di atas 100 persen pada triwulan pertama tahun ini. Pertumbuhan laba bersih tertinggi diraih oleh ADRO, yakni melesat hingga 457,61 persen secara yoy.
Sebagaimana ditelisik dari laporan keuangannya, laba bersih ADRO di triwulan I-2022 mencapai Rp5,80 triliun. Ini turut menjadi perolehan laba bersih terbesar diantara emiten batu bara lainnya. Sementara laba bersih ADRO di periode yang sama tahun 2021 hanya sebesar Rp1,04 triliun.
Adapun sumber pendapatan ADRO sebagian besar disumbang oleh penjualan batu bara dari pihak ketiga yakni Rp17,14 triliun. Sedangkan segmen ini berkontribusi sebesar 96,54 persen terhadap pendapatan ADRO pada triwulan I-2022.
Sementara sumber pendapatan dari penjualan batu bara pihak ketiga didominasi oleh ekspor, yaitu mencapai Rp14,08 triliun atau tumbuh 89,60 persen secara yoy.
Selain itu, emiten batu bara lainnya yang laba bersihnya melesat di triwulan pertama tahun ini adalah ITMG (406,81 persen), PTBA (354,61 persen), dan BYAN (122,21 persen).