Sementara pendapatan bersih ITMG pada triwulan I-2022 mencapai Rp9,28 triliun. Padahal, di periode yang sama di tahun lalu, emiten ini hanya memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp4,12 triliun.
Dilansir dari laporan keuangnnya, sumber pendapatan ITMG berasal dari pendapatan batu bara dari pihak ketiga yang melonjak 135 persen secara yoy menjadi Rp8,97 triliun pada triwulan pertama tahun ini.
Sementara, di tahun sebelumnya pendapatan batu bara dari segmen ini hanya menyumbang pendapatan sebesar Rp3,82 triliun.
PTBA turut mecatatkan pertumbuhan pendapatan bersih positif pada triwulan I-2022. Adapun pendapatan bersih emiten melesat 105,14 persen menjadi Rp8,21 triliun. Sedangkan pendapatan bersih BUMI juga naik menjadi Rp5,07 triliun atau naik 82,94 persen.
Selain ketiga emiten tersebut, emiten-emiten batu bara lainnya juga mengalami kenaikan pendapatan bersih pada triwulan I-2022 di atas 50 persen. Emiten tersebut adalah ADRO (76,98 persen), INDY (58,20 persen), dan BYAN (56,44 persen).