AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Berkah ‘Boom’ Komoditas, Emiten Batu Bara Ketiban Cuan Gede

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Sabtu, 02 Juli 2022 18:30 WIB
Kinerja keuangan berbagai emiten batu bara tumbuh signifikan pada triwulan I-2022 di tengah harga komoditas ini yang turut meroket sepanjang tahun.
Berkah ‘Boom’ Komoditas, Emiten Batu Bara Ketiban Cuan Gede. (Foto: MNC Media)
Berkah ‘Boom’ Komoditas, Emiten Batu Bara Ketiban Cuan Gede. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Kenaikan permintaan batu bara diprediksi bakal terjadi tahun ini di tengah peningkatan konsumsi komoditas tersebut. Data investing.com mencatat, harga batu bara melonjak 127 persen sepanjang tahun 2022 (year to date/YTD).

Adapun per Selasa (28/6), harga batu bara di pasar ICE Newscastle Australia mencapai USD385/ton. Melambungnya harga batu bara seiring dengan keputusan negara-negara Eropa untuk kembali menggunakan komoditas ini sebagai sumber pembangkit listrik mereka akibat perang Rusia-Ukraina.

Melonjaknya harga komoditas ini menjadi berkah bagi industri batu bara di Tanah Air. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan hingga laba bersih emiten komoditas ini yang melesat pada triwulan I-2022.

Tim Riset IDX Channel merangkum beberapa emiten batu bara yang pendapatan bersihnya tumbuh secara signifikan secara tahunan (year on year/yoy). Adapun emiten tersebut adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

ITMG menjadi emiten yang berhasil mencetak pendapatan bersih tertinggi yakni sebesar 125,14 persen pada triwulan pertama tahun ini dibanding tahun sebelumnya.

Sementara pendapatan bersih ITMG pada triwulan I-2022 mencapai Rp9,28 triliun. Padahal, di periode yang sama di tahun lalu, emiten ini hanya memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp4,12 triliun.

Dilansir dari laporan keuangnnya, sumber pendapatan ITMG berasal dari pendapatan batu bara dari pihak ketiga yang melonjak 135 persen secara yoy menjadi Rp8,97 triliun pada triwulan pertama tahun ini.

Sementara, di tahun sebelumnya pendapatan batu bara dari segmen ini hanya menyumbang pendapatan sebesar Rp3,82 triliun.

PTBA turut mecatatkan pertumbuhan pendapatan bersih positif pada triwulan I-2022. Adapun pendapatan bersih emiten melesat 105,14 persen menjadi Rp8,21 triliun. Sedangkan pendapatan bersih BUMI juga naik menjadi Rp5,07 triliun atau naik 82,94 persen.

Selain ketiga emiten tersebut, emiten-emiten batu bara lainnya juga mengalami kenaikan pendapatan bersih pada triwulan I-2022 di atas 50 persen. Emiten tersebut adalah ADRO (76,98 persen), INDY (58,20 persen), dan BYAN (56,44 persen).

Tak hanya dari segi pendapatan, sebagian besar emiten mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melesat di atas 100 persen pada triwulan pertama tahun ini. Pertumbuhan laba bersih tertinggi diraih oleh ADRO, yakni melesat hingga 457,61 persen secara yoy.

Sebagaimana ditelisik dari laporan keuangannya, laba bersih ADRO di triwulan I-2022 mencapai Rp5,80 triliun. Ini turut menjadi perolehan laba bersih terbesar diantara emiten batu bara lainnya. Sementara laba bersih ADRO di periode yang sama tahun 2021 hanya sebesar Rp1,04 triliun.

Adapun sumber pendapatan ADRO sebagian besar disumbang oleh penjualan batu bara dari pihak ketiga yakni Rp17,14 triliun. Sedangkan segmen ini berkontribusi sebesar 96,54 persen terhadap pendapatan ADRO pada triwulan I-2022.

Sementara sumber pendapatan dari penjualan batu bara pihak ketiga didominasi oleh ekspor, yaitu mencapai Rp14,08 triliun atau tumbuh 89,60 persen secara yoy.

Selain itu, emiten batu bara lainnya yang laba bersihnya melesat di triwulan pertama tahun ini adalah ITMG (406,81 persen), PTBA (354,61 persen), dan BYAN (122,21 persen).

Laba bersih ITMG tumbuh signifikan pada periode ini mencapai Rp3,09 triliun. Sementara di tahun sebelumnya, emiten ini hanya membukukan laba bersih sebesar Rp610,17 miliar.

Pendapatan Bersih dan Laba Bersih Emiten Batu Bara Triwulan I-2022

Sumber: Tim Riset IDX Channel, Laporan Keuangan Triwulan I-2022, Juni 2022 (data olahan) |*sumber data disajikan dalam USD dengan kurs Rp14.500/USD

Dua Emiten Batu Bara Sukses Turnaround Tahun Ini

PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan laba bersih yang signifikan di triwulan pertama tahun ini. Di periode yang sama tahun sebelumnya, kedua emiten ini mengalami rugi.

Adapun INDY berhasil membalik rugi menjadi laba atau turnaround  tahun ini menjadi Rp1,09 triliun pada triwulan I-2022. Padahal, di tahun sebelumnya INDY mengalami kerugian sebesar Rp135,74 miliar.

Penjualan batu bara menjadi sumber pendapatan terbesar emiten ini, yakni mencapai Rp10,69 triliun atau meningkat hingga 56,52 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu.

Selain INDY, BUMI juga mengalami rugi bersih sebesar Rp169,34 miliar pada triwulan I-2021. Akan tetapi, di periode yang sama tahun ini, BUMI membukukan laba bersihnya sebesar Rp627,17 miliar.

Keberhasilan BUMI dalam turnaround di triwulan pertama tahun ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan bersih emiten sebesar 82,94 persen. Adapun sumber pendapatan BUMI 99,15 persen berasal dari penjualan batu bara dari pihak ketiga yakni mencapai Rp5,03 triliun.

Penjualan batu bara tersebut berasal dari ekspor (Rp2,56 triliun) dan lokal (Rp2,47 triliun). Selain penjualan batu bara, pendapatan bersih emiten ini juga berasal dari penjualan emas yakni Rp35,73 miliar serta jasa pihak ketiga yaitu Rp7,25 miliar.

Di samping itu, pendapatan BUMI juga diperoleh dari beberapa emiten yang menjadi pelanggan dari perusahaan batu bara ini. Adapun terdapat tiga emiten yang memiliki transaksi lebih dari 10 persen dari total pendapatan yaitu Rwood Resources DMCC, PT PLN Persero, dan PT Jhonlin Group.

Rwood Resources DMCC menyumbang pendapatan dari pelanggan terbesar pada emiten ini. Adapun pada triwulan I-2022, pendapatan bersih BUMI dari perusahaan batu bara yang berpusat di Dubai ini mencapai Rp1,70 triliun.

Sementara emiten listrik PLN berkontribusi sebesar Rp1,19 triliun terhadap pendapatan bersih BUMI di triwulan pertama tahun ini. Selain itu, PT Jhonlin Group turut menyumbang pendapatan bersih BUMI sebesar Rp654,56 miliar.

PT Jhonlin Group merupakan perusahaan pertambangan yang dimiliki oleh pengusaha asal Kalimantan Selatan, yaitu Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam. Informasi saja, Haji Isam adalah salah satu sosok penting dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. (ADF)

Periset: Melati Kristina

Sumber: Riset IDX Channel

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD