IDXChannel – Kenaikan permintaan batu bara diprediksi bakal terjadi tahun ini di tengah peningkatan konsumsi komoditas tersebut. Data investing.com mencatat, harga batu bara melonjak 127 persen sepanjang tahun 2022 (year to date/YTD).
Adapun per Selasa (28/6), harga batu bara di pasar ICE Newscastle Australia mencapai USD385/ton. Melambungnya harga batu bara seiring dengan keputusan negara-negara Eropa untuk kembali menggunakan komoditas ini sebagai sumber pembangkit listrik mereka akibat perang Rusia-Ukraina.
Melonjaknya harga komoditas ini menjadi berkah bagi industri batu bara di Tanah Air. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan hingga laba bersih emiten komoditas ini yang melesat pada triwulan I-2022.
Tim Riset IDX Channel merangkum beberapa emiten batu bara yang pendapatan bersihnya tumbuh secara signifikan secara tahunan (year on year/yoy). Adapun emiten tersebut adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
ITMG menjadi emiten yang berhasil mencetak pendapatan bersih tertinggi yakni sebesar 125,14 persen pada triwulan pertama tahun ini dibanding tahun sebelumnya.