"Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU. Hingga Desember 2025, IPCC menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9 persen.
Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025. Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 11,76 persen.
Selain itu, IPCC juga melayani segmen kargo sebanyak 32.677 unit sepanjang 2025, tumbuh 24 persen. Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo Truck/Bus yang tumbuh 46,32 persen menjadi 255.502 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar.
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan perseroan dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional.