Kefas menilai langkah tersebut mengindikasikan kemungkinan peningkatan penerbitan SRBI. Meski berpotensi memperketat likuiditas, dampaknya diyakini dapat diredam karena bank memiliki ruang untuk menjual SRBI kepada investor nonresiden.
Pelajaran 2018
Indo Premier melihat kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan situasi pada 2018.
Saat itu, BI menaikkan suku bunga 25 bps pada 17 Mei 2018, kemudian kembali menaikkan 25 basis poin dalam rapat di luar jadwal pada 30 Mei 2018. Pada rapat reguler berikutnya di akhir Juni 2018, BI kembali menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin.
Kala itu rupiah sempat menguat sekitar 2,5 persen dalam dua pekan setelah kenaikan suku bunga di luar jadwal. Namun, mata uang domestik tersebut tetap berakhir melemah sekitar 9 persen sepanjang tahun.
Perbedaannya, tekanan pada 2018 didorong oleh kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) sebesar 100 bps. Sementara itu, pasar saat ini masih memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed baru terjadi pada Desember 2026.