Meski demikian, Kefas mengingatkan risiko tetap terbuka apabila data ekonomi AS, terutama pasar tenaga kerja dan inflasi, terus menunjukkan kekuatan di atas ekspektasi.
Kondisi tersebut dapat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dan agresif, sehingga kembali menekan rupiah.
Dari sisi pasar obligasi, Indo Premier memperkirakan kenaikan suku bunga BI mendorong kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah maupun SRBI.
Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun telah naik sekitar 25 basis poin menjadi 7,4 persen, mendekati puncak tahun 2022 di level 7,67 persen.
Sementara itu, rata-rata yield SRBI tenor 12 bulan telah mencapai 7,25 persen atau hanya terpaut 25 basis poin dari rekor tertinggi yang dicapai pada 2024.