Menurut hemat Kefas, yield SRBI berpotensi melampaui level tertinggi sebelumnya karena BI memang memprioritaskan peningkatan imbal hasil untuk menarik dana asing.
Menjelang RDG pada 18 Juni 2026, Indo Premier memperkirakan BI dapat menahan suku bunga jika rupiah kembali menguat mendekati level sekitar Rp17.800 per USD seperti saat RDG Mei lalu.
Namun, peluang kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka apabila rupiah tetap bertahan di atas Rp18.000 per USD atau bahkan melemah melewati Rp18.200 per USD. (Aldo Fernando)