sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Rate Naik, Rupiah Sore Ini Ditutup Perkasa ke Rp17.653 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
20/05/2026 15:56 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (20/5/2026).
BI Rate Naik, Rupiah Sore Ini Ditutup Perkasa ke Rp17.653 per USD. (Foto Istimewa)
BI Rate Naik, Rupiah Sore Ini Ditutup Perkasa ke Rp17.653 per USD. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (20/5/2026), dengan kenaikan 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.653 per USD.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari global yaitu Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat. "Meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut," ujar Ibrahim dalam risetnya.

Pasar tetap waspada terhadap dampak inflasi dari perang Iran dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan harga minyak mentah yang lebih tinggi telah mendorong inflasi lebih tinggi di seluruh ekonomi utama, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve AS (Fed), mungkin perlu menaikkan suku bunga.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan hampir 50 persen kemungkinan bahwa, pada akhir tahun, The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kemungkinan 35 persen yang terlihat seminggu yang lalu.

Dari sentimen domestik, pasar merespons positif atas pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Prabowo mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir adalah 5 persen.

Namun, dia mengakui meski ekonomi melaju, kelas menengah menurun dan kemiskinan meningkat. Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per USD, suku bunga SBN 10 tahun 6,5-7,3 persen. Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD70-USD90 per barel.

Lifting minyak mentah 602 ribu barel per hari hingga 615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 934 ribu barel setara minyak per hari hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Terkait APBN, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, belanja negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, dan defisit dijaga di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB.

"Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit," ujar Prabowo.

Kemudian, Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan, BI Rate, sebesar 50 basis poin ke level 5,25 persen. Suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25 persen dan Lending Facility sebesar 6.25 persen. Keputusan ini mengakhiri kebijakan BI menahan suku bunga selama 8 bulan beruntun.

Keputusan ini dilakukan BI untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.650-Rp17.700 per USD.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement