AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Perkasa Rp14.220 per USD

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 18 November 2021 16:07 WIB
Kurs rupiah ditutup menguat 24 poin atau naik 0,17% terhadap Dolar AS di level Rp 14.220.
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Perkasa Rp14.220 per USD (Dok.MNC Media)
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Perkasa Rp14.220 per USD (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat 24 poin atau naik 0,17% terhadap Dolar AS di level Rp 14.220, pada penutupan pasar hari ini, menurut data Bloomberg, Kamis (18/11/2021).

Penguatan mata uang Garuda ini sejalan dengan pengumuman Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang baru saja memutuskan untuk menahan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. BI juga mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara kabar dari eksternal, pengamat ekonomi dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan Rupiah terjadi saat indeks Dolar AS mengalami penurunan.

Meskipun Dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya, tetapi tetap di bawah puncaknya selama 16 bulan terakhir.

"Mata uang AS menekan jeda dalam reli baru-baru ini, mendorong investor untuk bertanya apakah reli melambat. Tetapi patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencatat kenaikan moderat pada hari Kamis tetapi mundur dari level tertinggi tiga minggu selama sesi sebelumnya. Lelang obligasi 20 tahun juga mengecewakan," kata Ibrahim di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Di samping itu, Data penjualan ritel AS yang kuat awal pekan ini memacu reli dolar baru-baru ini, yang dimulai pekan lalu setelah angka inflasi AS yang kuat mendorong asumsi pasar bahwa Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga sekitar pertengahan tahun depan.

Federal Reserve AS hanya akan menyelesaikan pengurangan aset (tapering) pada pertengahan 2022. Namun, bank sentral akan terus memantau apakah rekor inflasi tingkat tinggi akan turun seperti yang dia harapkan.

"Sedangkan untuk perdagangan besok Jumat (19/11), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang   Rp.14.190 - Rp.14.240," tandasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD