Penyetoran modal oleh AE dilakukan melalui mekanisme inbreng berupa saham JLA yang dimilikinya, dengan jumlah maksimal sebanyak 14.783.475.782 saham. Setelah aksi korporasi rampung, AE akan menjadi salah satu pemegang saham JGLE.
Apabila terdapat dana yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik, seluruh dana tersebut akan digunakan perseroan untuk membeli saham JLA milik AE, sehingga kepemilikan JGLE atas JLA meningkat menjadi mayoritas.
Selain rencana akuisisi, JGLE juga melakukan penyesuaian kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 dengan fokus bisnis pada pengembangan bangunan dan lahan hunian, dengan taman hiburan serta hotel sebagai penunjang ekosistem properti.
Rencana rights issue akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026.
(DESI ANGRIANI)