Bill Gates Optimistis Covid-19 Selesai di Pertengahan 2021

Market News
Shifa Nurhaliza
Rabu, 23 September 2020 17:15 WIB
Bill Gates optimistis pandemi Covid-19 mungkin akan berlangsung hingga pertengahan 2021 dan kemudian kehidupan dapat kembali normal seperti sebelum pandemi.
Bill Gates Optimistis Covid-19 Selesai di Pertengahan 2021. (Foto: Ist)

IDXChannel – Pendiri Microsoft, Bill Gates optimistis bahwa pandemi Covid-19 mungkin akan berlangsung hingga pertengahan 2021 dan kemudian kehidupan dapat kembali normal seperti sebelum pandemi terjadi. Hal tersebut didasari atas dua hal, yaitu kemajuan penemuan vaksin dan virus corona yang tidak mampu bertahan selamanya.

Melansir iNews, Rabu (23/9/2020), Gates mengatakan persetujuan penggunaan vaksin secara masal diperkirakan datang pada awal 2021. Hal itu juga didasari pertimbangan Direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi AS, Anthony Fauci serta pejabat pemerintah lainnya yang mengatakan awal 2021 adalah waktu yang realistis untuk memulai vaksinasi.

“Pandemi tak akan hadir terus-menerus, pada musim panas mendatang AS akan mulai normal kembali, dan pada akhir tahun (2021) itu aktivitas kita bisa dibilang normal. Namun, itu akan terjadi jika kita juga membantu negara-negara lain," ujar Gates.

Menurut Gates, akhir dari wabah Covid-19 secara keseluruhan mungkin akan berlangsung pada 2022. Tapi, dengan catatan selama 2021 angka penularan harus mampu diturunkan dengan pendekatan global. Dia juga mengkritisi penanganan krisis kesehatan oleh Presiden Donald Trump, dan mengatakan Covid-19 telah menyebabkan kemunduran besar dalam kehidupan manusia di negara-negara miskin.

“Syukurlah teknologi vaksin ada dalam permasalahan ini, juga pendanaan yang datang dan membuat perusahaan yang tengah bekerja keras mampu menempatkan orang-orang terbaik mereka untuk itu. Itulah mengapa saya optimis pandemi ini tidak akan bertahan selamanya,” ujar Gates.

Sejatinya, yayasan yang dikelola bersama dengan istrinya yakni Bill & Melinda Gates Foundation, telah memberikan USD650 juta untuk bantu menangani Covid-19 dan menjadi komitmen terbesar oleh yayasan independen sejauh ini. Gates mengatakan, sebagian besar uang itu digunakan untuk memastikan vaksin corona dapat diproduksi untuk negara-negara miskin selain negara-negara maju seperti AS.

Sekadar informasi, selama terjadinya pandemi Covid-19, tingkat vaksinasi telahturun sekitar 14% di negara berkembang, sehingga menyebabkan kemunduran selama 20 tahun. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun kemiskinan ekstrim meningkat, menyebabkan efek buruk pada pendidikan, kesehatan mental dan indikator lain yang jauh lebih besar.

"Kami membantu mendapatkan sejumlah pendanaan dengan sangat cepat untuk pendekatan vaksin terbaik, dan kemudian memastikan bahwa ketika kami mendapatkanya, vaksin itu tidak hanya untuk negara-negara kaya," tandas Gates. (*)

Baca Juga