IDXChannel – PT Bundamedik Tbk (BMHS) membukukan laba bersih terkonsolidasi sebesar Rp29,7 miliar sepanjang 2025, meningkat 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan EBITDA serta efektivitas operasional di berbagai lini bisnis perseroan.
Kinerja operasional BMHS juga menunjukkan tren positif. Perseroan mencatat pendapatan rumah sakit baru tumbuh 30 persen sejak 2023. Seluruh rumah sakit baru yang dikembangkan BMHS pun telah membukukan EBITDA positif.
Di segmen layanan fertilitas, Morula IVF Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri dengan pangsa pasar mencapai 41 persen pada kuartal IV-2025.
Sementara itu, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk, entitas yang bergerak di bidang layanan diagnostik, melanjutkan ekspansi bisnisnya dan mencatat lonjakan volume tes sebesar 47 persen secara tahunan pada kuartal IV-2025.
Manajemen BMHS menyatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi jangka panjang yang dijalankan perseroan dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"BMHS dibangun dengan visi jangka panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang unggul, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Inovasi klinis, pengembangan kapabilitas medis, serta ekspansi yang terukur menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar manajemen BMHS dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).
Perseroan menambahkan akan terus memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas sembari memperkuat ekosistem bisnis BMHS Group.
"Ke depan, kami akan terus memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, memperkuat ekosistem BMHS Group, dan menghadirkan nilai jangka panjang melalui inovasi dan pengembangan layanan kesehatan yang memberikan dampak nyata bagi kesehatan keluarga Indonesia dan industri kesehatan nasional," lanjut manajemen.
BMHS menilai kombinasi pertumbuhan organik, ekspansi yang terukur, serta peningkatan efisiensi operasional akan menjadi pendorong utama dalam menjaga kinerja keuangan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
(Shifa Nurhaliza Putri)