AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

BNI(BBNI) Rampung Buyback Saham Senilai Rp128 Miliar

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 22 Oktober 2021 10:39 WIB
BBNI menyelesaikan pembelian kembali atau buyback saham Perseroan senilai Rp128,02 miliar.
BNI(BBNI) Rampung Buyback Saham Senilai Rp128 Miliar (Dok.MNC Media)
BNI(BBNI) Rampung Buyback Saham Senilai Rp128 Miliar (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyelesaikan pembelian kembali atau buyback saham Perseroan senilai Rp128,02 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan salam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, buyback saham yang dilakukan BBNI dilakukan pada periode 21 Juli 2021 sampai 21 Oktober 2021.

"Selama periode 22 Juli 2021 sampai dengan 21 Oktober 2021, Perseroan telah melakukan pembelian 24.682.600 lembar saham, senilai Rp128,02 miliar," tulis keterangan manajemen BNI seperti dikutip, Jumat (22/10/2021).

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi yang pernah diterbitkan Perseroan dimana jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen dari modal disetor Perseroan.

"Perseroan meyakini bahwa Pembelian Kembali Saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan karena sampai dengan saat ini, Perseroan mempunyai modal yang memadai untuk
membiayai kegiatan usaha Perseroan," bunyi keterangan tertulis BNI seperti dikutip pada Kamis (22/7/2021).

Manajemen BNI menjelaskan, di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 yang sedang terjadi dan kembali menembus level di atas 10.000 kasus per hari sejak 17 Juni 2021, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan berdampak pada saham BNI yang mengalami penurunan signifikan mencapai -25.0 persen year to date ke level Rp4,630 per 30 Juni 2021.

Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0.75x atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60x.

Mengenai aksi korporasi tersebut, manajemen BNI menganalisa dampak terhadap buyback saham tersebut, diantaranya, pendapatan Perseroan diperkirakan tidak menurun akibat pelaksanaan Pembelian Kembali saham; pembelian kembali saham diperkirakan mempunyai dampak minimal terhadap biaya pembiayaan Perseroan.

Kemudian, pembelian kembali saham akan menurunkan Aset dan Ekuitas Perseroan sebesar jumlah Pembelian Kembali Saham. Jika Perseroan menggunakan seluruh anggaran yang dicadangkan untuk Pembelian Kembali Saham tersebut sebesar jumlah maksimum, maka jumlah Aset dan Ekuitas akan berkurang sebanyak-banyaknya Rp1,7 triliun.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan, karena Perseroan pada saat ini memiliki modal dan cash flow yang cukup untuk
melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional serta Pembelian Kembali Saham," ucap manajemen BNI.

Adapun rencana BNI atas saham yang akan dibeli kembali yakni dapat melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD