Perubahan tersebut ikut menggeser bobot masing-masing saham dalam indeks dan berpotensi memengaruhi transaksi dana pasif yang mengikuti GDX maupun GDXJ.
Investment Analyst Stockbit Theodorus Melvin mengatakan revisi free float factor menjadi faktor pembeda utama dalam evaluasi indeks kali ini.
Menurut dia, perubahan tersebut terutama menjadi tantangan bagi EMAS yang sebelumnya diperkirakan memiliki peluang masuk ke GDX.
"Meski harga penutupan EMAS pada 31 Agustus di Rp9.600 per saham telah melampaui estimasi batas bawah kami sebesar Rp9.100 per saham, pemangkasan free float dari 37 persen menjadi 31 persen, yang kami duga karena IPO di Hong Kong dan/atau pembelian saham EMAS oleh MDKA, menaikkan batas bawah harga yang dibutuhkan untuk masuk GDX," kata Melvin, Senin (14/9/2026).
Di sisi lain, PSAB masih mampu bertahan di GDXJ meskipun terdapat penambahan 44 emiten dalam evaluasi indeks junior gold miners tersebut.