Kondisi ini membuat batas harga yang dibutuhkan PSAB untuk mempertahankan posisinya di indeks menjadi lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya, yakni Rp640 per saham.
Perubahan bobot tersebut juga tercermin dalam estimasi arus dana pasif. AMMN berpotensi menjadi penerima inflow terbesar dari emiten emas Indonesia, dengan estimasi sekitar USD43 juta.
BRMS menyusul dengan potensi inflow sekitar USD37 juta, sedangkan ARCI diperkirakan menerima sekitar USD3 juta.
Sebaliknya, penurunan free float factor EMAS berpotensi memicu outflow sekitar USD18 juta.
PSAB juga diperkirakan menghadapi outflow, meski relatif kecil, sekitar USD0,2 juta.