Dengan demikian, meski tidak ada perubahan konstituen Indonesia dalam evaluasi kali ini, pergeseran free float membuat dampaknya tetap terasa pada saham-saham terkait.
Kenaikan faktor free float AMMN dan BRMS menjadi katalis bagi peningkatan bobot sekaligus potensi pembelian pasif, sementara EMAS menghadapi arah sebaliknya.
Evaluasi konstituen GDX berikutnya dijadwalkan diumumkan pada 11 Desember 2026 dan berlaku efektif 18 Desember 2026. Adapun peninjauan GDXJ selanjutnya diperkirakan diumumkan sekitar Maret 2027. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.