Selain isu HSC, isu free float dan kepemilikan saham di atas 1 persen yang berpotensi dipakai MSCI untuk mengklasifikasikan pemegang saham dan seberapa besar perubahan free float itu yang menjadi acuan.
Penyesuaian ini dinilai dapat membuat konstituen saham Indonesia mengalami penghapusan atau turun kelas (downgrade) ke MSCI Small Cap Indeks.
Isu MSCI terus menekan kinerja saham BREN dan DSSA. Sejak awal 2026, saham DSSA anjlok 70 persen ke Rp1.150, sedangkan BREN turun hingga 60 persen ke Rp3.700.
Masalah ini juga merembet kepada penghapusan saham BREN dan DSSA dari indeks IDX80. Keputusan BEI menghapus kedua saham itu pada IDX80 juga berimbas pada pengecualian saham tersebut dari LQ45 dan IDX30, yang akhirnya memicu keluarnya dana (outflow) oleh investor institusi.
(Rahmat Fiansyah)