Di samping itu, kata Hendra, efisiensi juga terus dilakukan, termasuk pada beban keuangan. Pada 2024, pos ini turun dari USD136 juta menjadi USD134 juta. Sementara pendapatan bunga naik dari USD11 juta menjadi USD15 juta yang membantu kinerja bottom line perseroan.
Hendra juga menyoroti langkah perseroan yang menuntaskan proyek Salak Binary dengan mencapai kapasitas kotor 16,6 MW, melampaui perkiraan awal. Dia memastikan BREN akan terus mengeksplorasi peluang investasi untuk memperluas portofolio energi terpasang.
"Ke depan, kami tetap berkomitmen untuk memperluas kapasitas energi terbarukan serta mendukung target transisi energi nasional," kata Hendra.
(Rahmat Fiansyah)