IDXChannel – Risiko keluarnya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari indeks MSCI berpotensi memicu arus dana keluar (outflow) hingga Rp8 triliun, seiring kedua saham tersebut masuk dalam kategori dengan emiten konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC).
Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengatakan, potensi outflow tersebut berasal dari dana pasif global yang mengikuti indeks MSCI sehingga tekanan jual dapat meningkat apabila kedua saham benar-benar keluar dari indeks.
“DSSA dan BREN berpotensi keluar dari MSCI. Total estimasi outflow berada di kisaran Rp7 triliun sampai Rp8 triliun, dan ini merupakan jumlah yang cukup besar. Selling pressure akan tinggi,” kata Michael, Senin (6/4/2026).
Dia menjelaskan, kebijakan HSC bukan hal baru di pasar global dan pernah diterapkan Bursa Hong Kong sebagai respons atas investigasi MSCI terhadap struktur kepemilikan saham.
“HSC pernah dibuat oleh Bursa Hong Kong. Saat itu MSCI juga melakukan investigasi terhadap free float dari beberapa saham di Hong Kong, dan HSC dibuat oleh Bursa Hong Kong sebagai respons terhadap hal tersebut,” ujarnya.