sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Risiko BREN dan DSSA Keluar MSCI, Analis Prediksi Outflow Capai Rp8 Triliun

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
06/04/2026 10:30 WIB
Risiko keluarnya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari indeks MSCI berpotensi memicu arus dana keluar (outflow).
Risiko BREN dan DSSA Keluar MSCI, Analis Prediksi Outflow Capai Rp8 Triliun. (Foto: Freepik)
Risiko BREN dan DSSA Keluar MSCI, Analis Prediksi Outflow Capai Rp8 Triliun. (Foto: Freepik)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per pukul 09.29 WIB menunjukkan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) turun 13,51 persen ke Rp1.920 per unit, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) merosot 14,76 persen ke Rp1.530, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melemah 14,58 persen ke Rp820, mendekati batas auto rejection bawah (ARB) 15 persen.

Tekanan juga terjadi pada PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang turun 6,91 persen ke Rp3.100 dan BREN yang melemah 7,71 persen ke Rp4.430. DSSA turut terkoreksi 11,01 persen ke Rp62.700, sementara PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 11,79 persen ke Rp5.425.

Di sisi lain, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) menjadi satu-satunya saham yang menguat 9,76 persen ke Rp1.125, sedangkan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) turun hingga ARB 10 persen karena berada di papan Full Call Auction (FCA).

Koreksi saham HSC terjadi setelah BEI merilis pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi per 2 April 2026 berdasarkan struktur kepemilikan saham per 31 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan transparansi dan investabilitas pasar.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari proposal BEI kepada global index providers, termasuk MSCI, untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement