Menurut dia, dalam praktik Hong Kong, saham yang masuk daftar HSC dapat kehilangan status di indeks global macam MSCI dan tidak dapat kembali setidaknya selama 12 bulan, sehingga koreksi harga dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar.
“Jika suatu saham masuk ke dalam HSC, maka saham tersebut akan keluar dan tidak bisa masuk ke dalam indeks selama minimal 12 bulan. Jadi koreksi saham-saham HSC memang wajar terjadi,” kata Michael.
Meski berpotensi menekan harga saham dalam jangka pendek, Michael menilai keberadaan HSC justru akan memperbaiki kualitas pasar dalam jangka panjang melalui peningkatan transparansi dan pengawasan.
“Tentunya, HSC akan membuat saham-saham yang bergerak menjadi lebih terawasi dan transparan, sehingga ini bisa meredam volatilitas dan menambah likuiditas,” ujarnya.
Sejalan dengan kekhawatiran tersebut, saham-saham HSC serentak berguguran pada awal perdagangan Senin (6/4/2026).