"Setelah operasi pushback selesai, kami berharap dapat mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi dari area baru yang telah dibuka pada kuartal II 2026," katanya.
Presiden Direktur & CEO BRMS, Agus Projosasmito menambahkan, perseroan akan terus melakukan penggalian pada tambang baru, termasuk tambang bawah tanah (underground mining). Bahkan, pada 2027, diharapkan BRMS bisa memproduksi emas dengan bijih kadar jauh lebih tinggi.
"Kami menargetkan untuk mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi (3,5–4,9 gram per ton) dari tambang bawah tanah pada paruh kedua 2027. Hal ini kembali akan mendorong peningkatan produksi pada 2027 dan 2028," ujarnya.
Selain itu, kata Agus, perseroan saat ini juga tengah meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan emas dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari. Peningkatan ini diharapkan dapat selesai pada kuartal IV-2026.
(Rahmat Fiansyah)