Kontributor utama pendapatan masih berasal dari segmen penjualan properti (development revenue) yang menyumbang sekitar 80 persen terhadap total pendapatan, sedangkan sisanya sekitar 20 persen berasal dari pendapatan berulang (recurring revenue).
Pendapatan dari segmen development revenue, khususnya properti komersial, tumbuh 14 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp743 miliar dari Rp650 miliar pada kuartal I-2025. Kenaikan tersebut ditopang oleh pengakuan penjualan sejumlah proyek ruko, antara lain West Village, Del Rey Business Townhouse, dan Cascade Studio Loft di BSD City.
Di sisi lain, pendapatan berulang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 20 persen secara tahunan menjadi Rp481 miliar dari Rp402 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja bisnis sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, arena rekreasi, hingga jalan tol.
Secara khusus, pendapatan sewa meningkat 22 persen menjadi Rp283 miliar dibandingkan Rp233 miliar pada kuartal I-2025. Pertumbuhan tersebut berasal dari meningkatnya okupansi ruang perkantoran maupun pusat perbelanjaan yang dikelola perseroan.
Saat ini, BSDE mengelola sejumlah kawasan perkantoran premium di koridor Thamrin dan Sudirman, termasuk BSD Green Office Park dan Digital Hub di BSD City. Perseroan juga mengoperasikan berbagai pusat ritel, seperti DP Mall Semarang, Aeon Mall Southgate, The Breeze, dan Q-Big BSD City.