AALI
8850
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
650
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
316
AGII
2500
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
0.00
-100%
-14116.59
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,125
Emas
799,103 / gram

BTPN Syariah (BTPS) Raup Laba Bersih Rp411 Miliar di Kuartal I-2022

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 26 April 2022 14:34 WIB
Bank BTPN Syariah berhasil meraih laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp411 miliar pada kuartal I-2022.
BTPN Syariah (BTPS) Raup Laba Bersih Rp411 Miliar di Kuartal I-2022 (FOTO: MNC Media)
BTPN Syariah (BTPS) Raup Laba Bersih Rp411 Miliar di Kuartal I-2022 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) berhasil meraih laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp411 miliar pada kuartal I-2022. Raihan laba bersih ini naik 10 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan, laba setelah pajak yang menyentuh Rp 411 miliar adalah yang tertinggi yang dicapai BTPS.

"Laba setelah pajak Rp411 miliar merupakan yang terbaik selama kuartalan. Sebelumnya sempat menyentuh Rp402 miliar. Namun selama 2021 tidak pernah menyentuh Rp400 miliar," ujar Fachmy, dikutip Selasa (26/4/2022).

Pada periode yang sama pada tahun lalu, BTPN Syariah hanya berhasil mencatat laba setelah pajak sebesar Rp 375 miliar. Sedangkan secara Net Margin Income BTPN Syariah pada kuartal I 2022 menyentuh Rp 1,1 triliun, angka itu juga naik 17 persen secara YoY.

Hingga 31 Maret 2022, pembiayaan ultra mikro yang menjadi fokus bank tumbuh 10 persen menjadi sebesar Rp 10,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp9,7 triliun. Pertumbuhan pembiayaan ini disertai dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat tercermin dari Non Performing Financing (NPF) dibawah ketentuan regulator.

Bank juga tercatat masih memiliki rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kuat di level 53 persen, jauh di atas ketentuan dan rata-rata industri bank syariah.

Dengan total aset tumbuh 11 persen (YoY) menjadi Rp 19,2 triliun. Adapun, dana pihak ketiga (DPK) dijaga di level yang efisien pada Rp 11 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD