Meski demikian, fundamental arus kas Perseroan tetap solid. TOBA membukukan adjusted EBITDA sebesar USD47,2 juta pada 2025, sementara posisi kas meningkat 15 persen menjadi USD102,3 juta.
Kondisi ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga likuiditas di tengah proses transformasi portofolio bisnis menuju energi hijau.
Analis Philip Sekuritas Edo Ardiansyah menilai kerugian yang tercatat pada 2025 tidak mencerminkan pelemahan fundamental operasional perusahaan.
“Rugi yang muncul lebih merupakan dampak akuntansi dari divestasi aset pembangkit. Dari sisi arus kas justru terlihat lebih kuat karena perusahaan memperoleh fleksibilitas keuangan untuk mendanai ekspansi bisnis berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, langkah strategis TBS dalam melepas aset pembangkit batu bara sekaligus mempercepat pengembangan bisnis hijau merupakan bagian dari restrukturisasi portofolio jangka panjang.