“Sementara, untuk BUMI, menarik sekali karena saat ini berada di titik tertinggi saham itu pada 2017, yaitu di Rp515,” ujar Michael.
Ia menilai, jika level tersebut berhasil ditembus, maka struktur teknikal BUMI akan memasuki fase yang lebih kuat, dengan level Rp500 sebagai area support baru.
Pandangan lainnya datang dari analis CLSA yang juga memperkirakan terjadi perubahan komposisi indeks pada MSCI Global Investable Market Index (GIMI) dalam Quarterly Comprehensive Index Review (QCIR) Februari 2026.
Berdasarkan catatan Watch List per 6 Januari 2026, hasil resmi review akan diumumkan setelah penutupan pasar pada 10 Februari 2026.
Dalam prediksinya, CLSA memperkirakan dua saham Indonesia akan masuk (add) ke dalam indeks, yakni FILM dengan estimasi arus dana sekitar USD72,1 juta, serta BUMI dengan potensi inflow sekitar USD78,7 juta.