Indo Premier juga menyoroti IMPC sebagai saham yang patut dipantau. Jika terjadi pembaruan free float setidaknya menjadi 15 persen, IMPC berpotensi masuk MSCI Standard Cap pada kisaran harga Rp4.100-Rp4.200 per saham.
Sementara itu, menurut pengamat pasar modal Michael Yeoh, dengan melihat saham-saham yang saat ini berada dalam radar potensi inklusi MSCI, baik dari sisi free float market cap maupun likuiditas, hanya ada dua emiten yang dinilai berpeluang masuk pada periode ini.
“Yang masuk kali ini adalah BUMI dan PTRO,” katanya, Rabu (7/1/2026).
Namun, dari sudut pandang teknikal, Michael menilai peluang kedua saham tersebut tidak sepenuhnya seimbang. “Secara teknikal sendiri PTRO sudah tidak bisa dijustifikasi,” tutur dia.
Sebaliknya, menurut Michael, kondisi teknikal BUMI justru jauh lebih menarik, terutama jika dikaitkan dengan pergerakan historis harga sahamnya.