Meski secara kapitalisasi pasar dan free float telah memenuhi kriteria, Indo Premier menilai status suspensi perdagangan lebih dari satu hari sejak 8 Desember 2025 dapat menghambat proses inklusi.
Berdasarkan metodologi MSCI, saham yang masuk Watchlist Board Criteria 10 tidak dapat mengalami migrasi segmen atau inklusi hingga periode tertentu, sehingga FILM baru berpeluang pada review Mei 2026.
Dari sisi eksklusi, Indo Premier menilai tidak ada saham yang berisiko keluar dari MSCI Indonesia Standard Cap pada level harga saat ini.
INDF dan CPIN, yang memiliki bobot terendah di indeks sekitar 1,5-2 persen, masih relatif aman.
Namun, risiko eksklusi dapat muncul jika harga INDF turun sekitar 20 persen lagi, sementara CPIN dinilai memiliki bantalan yang lebih besar karena baru berisiko jika harga terkoreksi 30–40 persen.