Saat ini, kapitalisasi pasar BUMI sudah melampaui ambang batas minimum, dengan estimasi harga minimum sekitar Rp315 per saham, sementara harga terkini, pada 7 Januari 2026, berada di kisaran Rp452 per saham.
BUMI juga sudah tercatat sebagai konstituen MSCI IMI (Investible Market Indexes) dan MSCI Small Cap Index.
Meski harga saham BUMI melonjak signifikan secara bulanan hingga sekitar lebih dari 100 persen, Indo Premier menilai pergerakan tersebut masih sesuai dengan aturan MSCI extreme price increase.
Risiko baru muncul jika harga saham BUMI menembus level di atas Rp700 per unit menjelang akhir Januari 2026, yang merupakan periode peninjauan indeks.
Selain BUMI, PT Petrosea Tbk (PTRO) milik Prajogo Pangestu dinilai memiliki peluang terbesar kedua untuk masuk MSCI Standard Cap.