sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bumi Resources (BUMI) Cetak Laba Rp1,3 triliun pada Semester I-2026

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
01/08/2026 06:00 WIB
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat laba bersih sebesar USD72,3 juta atau setara Rp1,3 triliun di semester I-2026.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat laba bersih sebesar USD72,3 juta atau setara Rp1,3 triliun di semester I-2026. (Foto: Ist)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat laba bersih sebesar USD72,3 juta atau setara Rp1,3 triliun di semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat laba bersih sebesar USD72,3 juta atau setara Rp1,3 triliun di semester I-2026. Capaian ini melonjak 87,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD38,6 juta. 

Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan BUMI naik 27,9 persen menjadi USD866,8 juta pada semester I-2026, dibandingkan USD677,9 juta pada semester I-2025. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan produksi batu bara, efisiensi operasional tambang, serta membaiknya harga jual rata-rata batu bara.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat 36,3 persen menjadi USD145,9 juta, sementara laba usaha naik 50,3 persen menjadi USD83,1 juta. Marjin usaha juga membaik menjadi 9,6 persen dari 8,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan mencatatkan peningkatan yang lebih tinggi pada laba sebelum pajak yang melonjak 102,5 persen menjadi USD104,3 juta dari sebelumnya USD51,5 juta. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 188,4 persen menjadi USD58,9 juta dibandingkan USD20,4 juta pada semester I-2025.

Berdasarkan rilis resmi perusahan, pertumbuhan kinerja tersebut mencerminkan operating leverage yang kuat. Kenaikan pendapatan sebesar 27,9 persen mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba usaha sebesar 50,3 persen dan lonjakan laba sebelum pajak lebih dari dua kali lipat.

Perbaikan profitabilitas tersebut didukung peningkatan efisiensi operasional. Rasio kupasan tanah (strip ratio) membaik menjadi 7,5 kali dari sebelumnya 8,1 kali, sementara volume pengupasan tanah penutup (overburden) relatif tidak berubah dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan perusahaan mampu meningkatkan produksi batu bara tanpa harus menaikkan aktivitas pengupasan tanah secara signifikan.

Secara operasional, produksi batu bara BUMI meningkat 7,1 persen menjadi 38,5 juta ton pada semester I-2026. Penjualan batu bara tumbuh lebih tinggi, yakni 11,7 persen menjadi 38,8 juta ton. Penjualan yang melampaui produksi membuat persediaan batu bara turun menjadi 1,7 juta ton dari 2,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, harga jual rata-rata FOB batu bara juga mengalami pemulihan sebesar 2,6 persen menjadi USD62,9 per ton dibandingkan USD61,3 per ton pada semester I-2025.

Perseroan menargetkan penjualan batu bara sepanjang 2026 berada di kisaran 82 juta hingga 84 juta ton, dengan harga jual rata-rata diproyeksikan sebesar USD60 hingga USD62 per ton. Adapun biaya produksi diperkirakan berada pada kisaran USD42 hingga USD44 per ton.

Dengan realisasi penjualan sebesar 38,8 juta ton pada enam bulan pertama tahun ini, BUMI menilai perseroan masih berada pada jalur untuk mencapai target penjualan sepanjang 2026. Sementara itu, harga jual rata-rata semester pertama yang mencapai USD62,9 per ton juga telah berada di kisaran atas panduan tahunan perusahaan.

Ke depan, BUMI menyatakan akan terus melanjutkan perbaikan operasional, menjaga disiplin alokasi modal, serta memperkuat strategi diversifikasi bisnis, termasuk mengintegrasikan aset yang baru diakuisisi di Australia guna meningkatkan ketahanan perusahaan menghadapi siklus komoditas.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement