AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Bursa AS Menguat, Analis: Bisa Beri Efek Domino pada IHSG

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Senin, 12 April 2021 10:43 WIB
Sentimen positif yang terjadi di bursa Amerika Serikat (AS) berpotensi mendorong penguatan di bursa Asia begitu pun di Indonesia.
Sentimen positif yang terjadi di bursa Amerika Serikat (AS) berpotensi mendorong penguatan di bursa Asia begitu pun di Indonesia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (12/4/2021). IHSG menguat 0,18% berada di level 6.081.

Analis PT Bina Artha Parama Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, sentimen positif yang terjadi di bursa Amerika Serikat (AS) berpotensi mendorong penguatan di bursa Asia begitu pun di Indonesia.

“Kalau saya cermati, seyogyanya memang kalau kita melihat dari penguatan yang terjadi semestinya terdapat potensi daripada adanya efek domino ekonomi yang positif,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Senin (12/4/2021).

Menurut dia, secara global pelaku pasar menanti kinerja fundamental emiten dan berkaitan dengan data makro ekonomi. Selain itu, juga berkaitan dengan berbagai statement yang dilontarkan oleh Jerome Powell terkait The Fed akan mendukung kebijakan ekonomi yang longgar.

“Beliau optimis dengan adanya potensi pemulihan ekonomi  karena juga dipengaruhi oleh baiknya kinerja US nonfarm payroll, bahkan temasuk juga data pengangguran AS yang mengalami penurunan. Hal ini juga diharapkan kalau kita melihat dari kinerja manufaktur di AS cenderung expansive, ini nampaknya juga akan mendongkrak kinerja di sektor konsumsi AS,” ujar Nafan.

Lanjutnya, kebijakan Joe Biden yang berkomitmen dalam perbaikan ekonomi stimulus di bidang infrastruktur diharapkan dapat mengakselerasi kinerja pertumbuhan ekonomi. Sehingga, wajar bila IMF memprediksi kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS itu menjadi 6,4% dari sebelumnya sekitar 4%.

“Untuk hal ini saya pikir ini semestinya bisa membawa optimisme bagi para pelaku pasar secara global, dan tentunya untuk mengapresiasi kinerja market ke depan,” ucap analis tersebut. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD