AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Tekanan Asing Besar, Analis: Koreksi IHSG Masih Sehat

MARKET NEWS
Michelle N/Sindonews
Jum'at, 09 April 2021 17:11 WIB
Koreksi IHSG hari ini tergolong wajar karena selama tiga hari kemarin terjadi penguatan.
Koreksi IHSG hari ini tergolong wajar karena selama tiga hari kemarin terjadi penguatan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini terkoreksi di level 6.070. Technical Analyst PT Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan bahwa koreksi ini wajar karena selama 3 hari kemarin terjadi penguatan, dan menjelang penutupan hari ini baru terkoreksi.

"Jadi, ini koreksinya masih sehat ya, profit taking. Jadi masih sesuatu yang aman kondisinya karena IHSG masih bertahan di atas support 6.000," ucap William dalam IDX Channel 2nd Session Market Closing di Jakarta, Jumat (9/4/2021). 

Dia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir tekanan dari asing juga besar sekali dan ada beragam sentimen lainnya. Setelah tekanan jual sempat menurun, IHSG sempat menguat sementara.

"Tapi tentu ketika ada penguatan, pasti ada profit taking. Koreksi hari ini adalah akibat dari profit taking tersebut, yang juga wajar. Masih ada ruang penguatan untuk pekan depan," tambah William. 

Dari sesi nett foreign sell asing, asing sudah tidak terlalu signifikan dalam penjualan di pasar reguler, hanya sekitar Rp66 miliar. William mengatakan bahwa ini adalah indikasi yang bagus. 

"Ya minimal memang tidak nett buy, tapi nett sell-nya berkurang. Kita melihat ada potensi penguatan, karena sebelumnya net sell besar terutama di saham perbankan. Dari perdagangan beberapa hari ini, selain tekanan investor asing menurun, dan selling pressure semakin menurun yang mendukung penguatan IHSG," pungkas William. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD